Berita
Berita
Forkom Dakwah Jamiyyah Al Azhar Kembangan Mengadakan Kajian Akbar

Jakarta, (21/09) - Forkom Dakwah Jamiyyah Al Azhar Kembangan mengadakan kajian akbar dengan mengundang Ustad Subki Al-Bughury. Tema yang diangkat kali ini adalah "Sempurnakan Sholatmu, Allah Akan Sempurnakan Hidupmu’ di Aula Masjid Al Azhar Kembangan pada hari Kamis 21 September 2023.
Acara di awali dengan pembacaan ayat suci Al Quran dan saritilawah dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Jamiyyah SMPIA 10, Kepala SMPIA 10 Rachmad Setiawan dan Ketua Pengurus Yayasan Al Ikhwan Meruya, Sri Wuryatmi. Sri
menyampaikan bagaimana cara mengelola hati agar selalu taat dalam beribadah kepada Allah SWT, “kita jangan selalu mengeluh dengan kondisi yang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan, lalu bersedih sehingga baperan dałam
menghadapi hidup ini. Berikan yang terbaik untuk anak, cucu, keluarga dan lingkungan sekitar dengan ikhlas, untuk mencapai hati yang mutmainnah,” ujar Sri.
Senada dengan Sri, pada ceramahnya Ustad Subki menyampaikan Qur’an Surat 29 Ayat 45 “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar
(keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” Ustad Subki juga mengingatkan kita pada Ibnul Qayyim dalam Al-Wabil al-Shayyib, hal. 21 yang menyebutkan bahwa manusia terbagi
dalam lima tingkatan sholatnya, yaitu :
- Pertama, tingkatan orang yang menzalimi diri sendiri dan teledor dalam shalatnya. Ini adalah orang yang tidak menyempurnakan wudhu’nya, waktu pelaksanaannya, aturannya, dan rukun-rukunnya. Orang semacam ini akan mendapat siksa atas shalat yang dikerjakannya itu.
- Kedua, orang yang menjaga waktu-waktu, aturan-aturan, dan rukun-rukun shalat; serta kesempurnaan wuhdu’nya secara lahir. Tetapi ia teledor untuk dalam usaha memerangi bisikan godaan setan. Orang itu selalu terbawa kepada pikiran dan bisikan godaan setan. Keadaannya muhaasab (dihisab) atas keteledorannya itu.
- Ketiga, orang yang menjaga batas-batas dan rukun-rukun shalat. Ia berhasil melawan bisikan godaan setan dan kesibukan pikiran-pikirannya. Ia selalu berjuang melawan musuhnya agar tidak mencuri shalatnya. Ia selalu waspada dalam shalat dan jihadnya. Inilah orang yang mukaffar ‘anhu (diampuni dosanya).
- Keempat, orang yang apabila berdiri melaksanakan shalat maka ia menyempurnakan hak-haknya, rukun-rukunnya, dan tatacaranya. Hatinya hadir menjaga aturan-aturan dan hak-hak shalat agar ia tidak ada sedikitpun yang terlewat darinya. Seluruh kepentingannya terfokus kepada shalatnya agar ia tegakkan dengan sempurna. Hatinya benar-benar tenggelam dalam shalat dan seluruh ibadahya kepada Tuhannya. Mereka inilah yang akan mendapat pahala besar atas shalat dan ibadahnya.
- Kelima, orang yang telah menjalankan shalat dengan sebaik-baiknya seperti tingkatan keempat. Istimewanya, ia menaruh dan memposisikan hatinya di hadapan Allah Subahanahu wa Ta'ala. Dengan hatinya, seolah-olah ia bisa melihat dan menyaksikan Allah di hadapannya, dekat dengannya, dan hatinya dipenuhi cinta dan pengagungan kepada-Nya. Seluruh godaan dan lintasan pikiran menghilang. Semua tabir yang menghalangi dirinya dari Rabbnya benar-benar terbuka. Perbedaan orang shalat semacam ini dengan yang lainnya seperti selisih jarak langit dan bumi. Orang ini benar-benar sibuk berinteraksi dengan Tuhannya dan merasakan kebahagiaan dalam shalatnya. Inilah para muqarrabiin (memiliki kedudukan tinggi dan dekat dengan Allah Subahanahu wa Ta'ala).
“Semoga kita semua termasuk kedalam orang-orang menjalankan shalat dengan sebaik-baiknya, mendapat pahala yang sempurna dan tentunya diridhoi-Nya di dunia akhirat,” ujar Ustad Subki menutup ceramahnya.
“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.“
HR. Al-Hakim